:::
Peradaban Hakka

Melindungi dan mempertahankan keluarga Liutui tercinta

3 ratus tahun yang lalu, orang Hakka megembangkan lahan dan tinggal di kedua belah sisi sungai Gao Ping, demi mempertahankan keluarga,mengirim utusan untuk berkumpul dan memberontak di kuil ratu langit, Neipu saat ini, dan menjadikan dusun Sishe Desa Zhutian sebagai pusat, dan membentuk 6 pasukan terbagi atas depan, belakang, kiri, kanan, tengah dan Sien Fong,yang akhirnya menjadi “pasukan”militer, dan diganti nama menjadi “Liutui”(6 gundukan). “Liutui”bukan nama geografis atau wilayah administratif, tetapi merupakan pelestarian adat istiadat, budaya,kemurnian masyarakat Hakka. Masyarakat Liutui intim karena darah daging yang berkaitan, semangat kekompakan dan loyalitas berlangsung dalam jiwa etnis sampai sekarang,8 desa dan kota Hakka berlokasi di Liutui dataran Pintung (catatan 1), dimana- mana dapat terlihat masih tersimpan baik bangunan dapur yang terbuat dari bata, balai pemujaan leluhur yang indah; mewakili semangat setia dari pintu pemujaan setia; terutama lambang cuaca cerah bercocok tanam, dan hari hujan membaca buku, mementingkan gaya budaya anjungan tradisional, dan hormat pada langit serta berterima kasih pada tanah merupakan iman dan tradisi dari kuil Pokong, Liutui mencintai bumi, menitik beratkan keharmonisan , menikmati tempat semula yang indah dan mengharukan !

Budaya Hakka yang sederhana

Kaki babi Wanluan yang terkenal, gemuk tapi tidak berminyak, gurih dan enak, saus bumbu yang spesial, terlebih- lebih rasa dan aroma yang unik, orang Hakka dengan gaya hemat dan sederhana, tidak hanya  pandai membuat asinan acar dan sebagainya, terutama mahir dalam membuat kerajianan tangan produk beras, di satu pihak dapat menyimpan pembuatan makanan dari beras petani tradisional yang hemat. Seperti: Kwetiau, dan jenis lainnya, terlebih berbagai bahan yang dapat diperoleh dengan mudah, asinan dan beragam masakan, dapat disimpan dengan mudah, ciri budaya yang dapat dinikmati berulang kali. Masakan Hakka terkenal dengan asin, wangi, berminyak, yang dimaksud rebusan adalah cara menggodok masakan dengan periuk besar, dapat disimpan dalam waktu lama, masakan yang wajib diperkenalkan: usus besar ditumis irisan jahe, tumis hakka, sup iga dengan kacang pohon, kubis kecap, bakso Hakka, daging babi dengan sayur yang diasinkan, dan lainnya, apabila datang ke kampung Hakka, dari hidangan masakan, hidangan penutup, sampai ke makanan ringan, dapat membuatmu mengisap jari dan sulit untuk dilupakan. 

Kreatifitas, kegiatan, balada menyampaikan ikatan persahabatan

Masyarakat Hakka di Liutui dulunya mempertahankan keluarga, mengumpulkan kelompak dan melatih, dan menyebar menjadi kegiatan perayaan lentera tiap tahunnya di kota Jian Pao, menampilkan kemampuan fisik dan melewati perayaan tradisi di kalangan masyarakat dan sekolah dasar, sekolah menengah, dilatih tim barongsai Hakka, dengan kinerja yang halus tapi memiliki gaya yang alami; satu- satunya kuil Chang Li, kakek Han Yu yang berwibawa di seluruh negeri, tiap tahunnya diadakan perayaan budaya Han Yu secara besar- besaran, semuanya merupakan budaya menggabungkan tradisi Hakka. Isi syair lagu gunung Hakka yang sangat berarti, dari balada yang jenaka hingga cerita lagu yang menyedihkan, dari balada kehidupan sehari- hari hingga duet lagu cinta, semuanya lengkap; oktaf Hakka menyerap musik dari berbagai tempat, perlahan- lahan berubah menjadi nada yang unik; produk budaya dan kreatifitas masa kini, selain meneruskan tradisi ditambah kreatifitas seperti tirai bambu, produk kemeja biru, moralitas hemat dan sederhana yang disebarkan oleh masyarakat, mengembangkan produk kipas kulit pohon pinang yang unik, batu tinta Chang Li, perapian Wanluan dan sebagainya, semuanya menunjukkan peradaban Hakka yang unik.
 

Catatan 1: Youdui di Desa Gaoshu, Qiandui di Desa Changzhi, Zhongdui di Desa Zhutian, Houdui di Desa Nei Pu, Sienfongdui di Desa Wan Luan, Zuodui di desa Xinpi dan Desa Jiadong.