Buka Konten
mobile_menu
Kondisi Berita Terbaru_上方廣告資訊
:::

Berita Pingtung

Kabupaten Pingtung memperhatikan kemungkinan pekerja migran menjadi celah dalam penanggulangan epidemi, Memperkuat berbagai tindakan pencegahan epidemi 
Tanggal Diperbaharui:2021-06-16    
Menanggapi semakin meningkatnya situasi epidemi domestik baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Pingtung berkelanjutan memperkuat penyuluhan informasi pencegahan epidemi untuk pekerja migran sejak epidemi lokal di Taiwan yang terjadi pada 16 Mei. Berbagai tindakan terkait mencakup (1) Memberi tahu majikan dan agen pekerja migran informasi epidemi domestik terbaru dan tindakan pencegahan epidemi terkait yang harus dilakukan melalui pesan teks, serta menyerukan untuk memposting ulang pesan versi multi bahasa agar pekerja migran tahu dan bersama-sama mencegah epidemi. (2) Penyuluhan saat masuk ke pabrik: Kepada pekerja migran diberikan petunjuk bimbingan mengenai pabrik tempat kerja, asrama dan lainnya. Kepada majikan di wilayah pemerintahan dikirimkan “Pedoman untuk majikan yang mempekerjakan pekerja migran dalam menanggapi pneumonia menular spesifik yang serius” berguna membimbing majikan dalam memperkuat manajemen kerja dan asrama pekerja migran. (3) Jika terdapat informasi epidemi dan jejak kasus di daerah kabupaten ini, akan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa serta diumumkan di situs web pemerintah kabupaten. Serta akan meminta majikan, agen atau personel terkait untuk membantu meneruskan informasi tersebut. Selain itu juga akan mengirim pemberitahuan melalui pesan teks kepada majikan, pekerja migran dan personel terkait lainnya tentang informasi jejak (dalam multi bahasa) dan memperkuat manajemen jejak kegiatan hidup sehari-hari pekerja migran. (4) Memasang poster dan mengutus petugas untuk memberikan bimbingan langsung di tempat-tempat berkumpulnya pekerja migran, misalnya: pelabuhan, kedai makan, toko kelontong, taman, mesjid dan lainnya. Menyediakan perlengkapan-perlengkapan pencegahan epidemi untuk pekerja migran seperti alkohol dan masker. Terhadap lokasi dan orang yang tidak mematuhi protokol pencegahan epidemi terkait, larangan akan semakin dipertegas dan dilaporkan ke instansi bersangkutan. (5) Mencetak dan membagi-bagikan poster dalam multi bahasa, dan secara aktif memberikan penyuluhan sesuai tindakan tersebut di atas.

Setelah dilakukannya penyuluhan dan inspeksi ke pabrik, majikan pekerja migran menjadi sangat waspada terhadap pelaksanaan pencegahan epidemi. Sebagian pabrik telah menerapkan tindakan berikut pekerja migran yang tinggal di asrama dalam pabrik harus melapor/permisi baru diperbolehkan keluar sebentar, bahkan ditetapkan peraturan dimana keperluan belanja keluar dititipkan kepada beberapa orang saja. Pemerintah kabupaten selain mengeluarkan selebaran penyuluhan dalam multi bahasa, juga melakukan penerapan selaras dengan pedoman mempekerjakan pekerja migran Kementerian Tenaga Kerja yang mengharuskan majikan menambah kekuatan pencegahan epidemi dalam melaksanakan langkah-langkah pemisahan arus orang untuk meningkatkan manajemen pencegahan epidemi.

Mulai dari hari ini, Pemerintah Kabupaten juga akan melakukan kunjungan ke pabrik perusahaan di daerahnya yang mempekerjakan lebih dari 50 pekerja migran untuk memahami pengaturan asrama pekerja migran dan menajemen pemisahan arus pekerja migran, misalnya menghindari pencampuran shift kerja yang berbeda bagi pekerja migran yang tinggal di asrama yang sama dan tempat kerja yang sama, menjaga jarak sejauh 1,5 meter saat makan atau diberi sekat pemisah, tidak memakai alat makan bersama-sama dan kamar mandi/ganti baju bersama. Mengukur suhu badan, memakai masker dan menyediakan sabun serta pembersih tangan beralkohol harus diterapkan di tempat menetap/tinggal. Jika terdapat pekerja migran yang mengalami gejala yang dicurigai segera diatur untuk diperiksa ke dokter.

Kepala divisi tenaga kerja dan pemuda Pemerintah Kabupaten, Huang Ding Lun, mengatakan bahwa pada tahap epidemi alert level 3 ini jumlah keramaian di hari libur menurun. Majikan relatif dengan ketat mengingatkan pekerja migran, jika tidak perlu jangan keluar di hari libur. Oleh karena itu, semua pekerja migran istirahat di asrama pada hari libur. Namun, jika salah satu pekerja migran terinfeksi, maka pekerja tersebut akan menyebarkan penyakit dengan sangat cepat. Pencegahan epidemi tidak melihat perbedaan bangsa, majikan diingatkan untuk mematuhi peraturan Kementerian Tenaga Kerja untuk membersihkan dan mendisinfeksi seluruh lingkungan kerja, asrama dan restoran di dalam pabrik, menerapkan manajemen pemisahan arus orang secara ketat, serta menunda pertukaran pekerja migran, penugasan ke tempat lain dan tindakan pencegahan epidemi lainnya. Selain itu juga memperkuat penyuluhan agar pekerja migran tidak berkumpul bersama makan/minum, merokok, ngobrol atau minum minuman keras. Untuk pencegahan epidemi, pekerja migran harus menerapkan protokol pakai masker dan sering cuci tangan.

Kepala divisi, Huang Ding Lun, sekali lagi menghimbau teman-teman pekerja dan pekerja migran agar semuanya wajib memperhatikan tindakan pencegahan epidemi terkait, tidak boleh lengah, seluruh pulau bekerja sama mencegah epidemi, seluruh rakyat satu hati, bersama-sama menginspeksi kesehatan diri sendiri dan keluarga. Jika teman-teman pekerja migran ingin memahami informasi pencegahan epidemi Covid-19 Taiwan, silahkan bergabung dengan LINE@E-LINE empat bahasa https://reurl.cc/4yEeRL, untuk mengetahui dengan seksama informasi pencegahan epidemi. Saluran bebas pulsa pencegahan epidemi: 1922. Atau pekerja migran dapat menghubungi saluran 1955 untuk meminta bantuan.
Kategori :[Aktivitas(一般)]

  • Related Picture(s)
    1. Kabupaten Pingtung memperhatikan kemungkinan pekerja migran menjadi celah dalam penanggulangan epidemi, Memperkuat berbagai tindakan pencegahan epidemi (total:6)
    2. Kabupaten Pingtung memperhatikan kemungkinan pekerja migran menjadi celah dalam penanggulangan epidemi, Memperkuat berbagai tindakan pencegahan epidemi (total:6)
    3. Kabupaten Pingtung memperhatikan kemungkinan pekerja migran menjadi celah dalam penanggulangan epidemi, Memperkuat berbagai tindakan pencegahan epidemi (total:6)
    4. Kabupaten Pingtung memperhatikan kemungkinan pekerja migran menjadi celah dalam penanggulangan epidemi, Memperkuat berbagai tindakan pencegahan epidemi (total:6)
    5. Kabupaten Pingtung memperhatikan kemungkinan pekerja migran menjadi celah dalam penanggulangan epidemi, Memperkuat berbagai tindakan pencegahan epidemi (total:6)
    6. Kabupaten Pingtung memperhatikan kemungkinan pekerja migran menjadi celah dalam penanggulangan epidemi, Memperkuat berbagai tindakan pencegahan epidemi (total:6)